Kamis, 28 Februari 2019

Semut Pemimpi ( Part 3 )

Dongen Bijak Anak, Cerita anak, cerita bijak
Semut Pemimpi ( Part 3 )


Tia masih menyimpan pertanyaannya hingga malam menjelang dan para budak dikunci di ruang istirahat.  Tia segera mendekati Guly begitu penjaga meninggalkan mereka. “Jelaskan padaku!” desak Tia tak sabaran. Guly masih membayangkan Tia seperti puteri dalam imajinasinya. Ia menjelaskan rencananya melakukan perlawanan terhadap perbudakan oleh kupu-kupu. Tia mendengarkan dengan seksama. Binar di matanya menyiratkan semangat dan harapan. Guly tersenyum menyadari Tia mendukung rencananya. 

KUDA KAYU HITAM

Dongen bijak anak, cerita anak mistis
Kuda Kayu Hitam


Pangeran Ranuseta genap berumur 9 tahun hari ini. Pesta ulang tahun diselenggarakan dengan sangat meriah. Nasi tumpeng dengan lauk pauk beraneka macam dibagikan kepada setiap penduduk. Sang raja ingin mengajarkan kepada putranya bahwa saat saat kita sedang bergembira, kita harus ingat untuk berbagi kepada sesama sebagai ungkapan syukur. Rakyat adalah bagian yang penting dari kerajaan, mereka adalah orang-orang yang berjerih payah untuk bekerja setiap hari. Hasil pekerjaan mereka itu yang membuat kerajaan ini menjadi maju. Karena itu, sesederhana apapun mereka kelihatannya, keluarga kerajaan harus menghargai dan menghormati mereka.

Sabtu, 15 September 2018

Puteri Manja dan Nenek Kerdil

Puteri, Puteri Manja, Nenek Kerdil, Cerita Anak, Dongeng, dongeng Anak
Puteri Manja dan Nenek Kerdil

Raja Wirajaya memiliki seorang puteri yang bernama Puteri Tawang lintang. Ia adalah puteri yang amat cantik, namun sayang, perilakunya sangat manja dan malas belajar. Kegiatannya sehari-hari hanya ingin bermain dan bersenang-senang saja. Jika ayahandanya memarahi supaya belajar, maka puteri itu pura-pura sakit dan membuat ayahnya merasa kasihan. Akhirnya puteri itu hampir tak pernah belajar sepanjang hidupnya. Keadaan itu membuat sang raja bersedih, Puteri Tawang lintang adalah puteri satu-satunya yang diharapkan akan menggantikan posisi ayahnya sebagai raja. Namun bila ia tidak mau belajar, maka kelak hanya akan menjadi ratu yang tidak bisa memimpin kerajaannya.

Selasa, 11 September 2018

Semut Pemimpi ( Part 2 )

Dongeng Bijak, dongeng bijak Anak, semut, Dongeng, Cerita Anak, Cerita, Cerita Bijak
Semut Peminpi ( Part 2 )

Sarang kupu-kupu cantik itu sangat besar, bagaikan istana megah dengan banyak prajurit berbaris. Beberapa semut berpapasan dengan mereka, namun mereka tidak saling menyapa seperti halnya di istana Guly. Hal ini membuatnya heran. Namun Guly diam saja, ia pikir mungkin kebiasaan di kerajaan semut rambutan ini berbeda dari tempatnya.

Boneka Karung Goni

Dongeng Bijak Anak, Dongeng Anak, Cerita Anak, Boneka Anak
Boneka Karung Goni


Boneka dari kain karung goni…. Siapa yang tertarik dengan boneka yang terlihat kumal dan dibuat dari bahan tak berharga seperti itu? Boneka itu seperti anak perempuan gendut yang membengkak di sana sini dengan bentuk yang tak teratur. Matanya hitam bulat dibuat dari kancing baju bekas. Rambut cokelatnya terbuat dari serat pohon pisang yang dikeringkan, keriting acak-acakan. Mulutnya yang tersenyum dibuat dari jahitan benang hitam yang melengkung menghubungkan kedua pipi tembemnya. Sekilas, boneka itu lebih mirip dengan boneka berhantu yang menyeramkan.

Kamis, 12 Juli 2018

SEMUT PEMIMPI (Part 1)

Dongeng, dongeng anak, cerita anak, dongeng bijak, cerita bijak, bijaksana
Semut Pemimpi


Tidur adalah pekerjaan yang paling mudah dan menyenangkan. Ujung dunia manapun tak akan berjarak saat mimpi-mimpi bermain dalam tidur. Semua cerita yang penuh keajaiban sangat mudah diciptakan dalam tidur. Kau bisa merasakan terbang mengelilingi dunia yang indah, kau bisa makan berlian serasa cerry merah, kau bisa berayun di puncak badai tornado yang serasa seluncuran, bahkan kau bisa mengubah dirimu begitu mempesona bagaikan seorang bintang yang dikagumi semua orang. Hm….tak ada lagi batas dan jarak, semua bisa dimiliki, semua bisa diwujudkan…..

Minggu, 06 Mei 2018

HARI MAHKOTA ANAI-ANAI PEMENANG

Mahkota, Anai-anai, cerita anak, dongeng anang, cerita bijak, dongeng bijak
Anai-anai Pemenang


Hari Mahkota sudah dekat, angin kering mulai terasa lembab bertiup menyapa liang rayap. Seekor rayap raja baru saja memeriksa hembusan angin yang melintas di depan kerajaannya. “Angin sudah mulai lembab, musim hujan sebentar lagi tiba. Begitu hujan pertama turun, pesta hari Mahkota kita mulai, persiapkan semua anai-anai putri dan pangeran untuk petualangan mereka!”, kata yang mulia rayap kepada para pekerja dan prajuritnya.